Pengusaha Merasa Tidak Tepat Sasaran Jika Minuman Ringan Kena Cukai
Nasional

Pengusaha Merasa Tidak Tepat Sasaran Jika Minuman Ringan Kena Cukai

Pengusaha Merasa Tidak Tepat Jika Minuman Ringan Kena Cukai

Pengusaha Merasa Tidak Tepat Jika Minuman Ringan Kena Cukai. Menteri Keuangan atas nama Sri Mulyani Indrawati memiliki rencana untuk mengenakan cukai pada minuman ringan. Rencana ini di sampaikan langsung oleh Sri Mulyani pada hari Rabu 19 Februari 2020 kepada pimpinan dan juga anggota komisi XI DPR RI.

Namun pengusaha malah tidak sepakat dengan hal yang di ucapkan Sri Mulyani. Para pengusaha merasa akan menjadi bebas tambahan dan akan menurunkan penjualan di pasaran.

Kamis 20 Februari 2020, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan bahwa bila minuman ringan di kenakan cukai maka harga menjadi naik dan tingkat pembelian di masyarakat menjadi turun.

Minuman Ringan Akan di Kenakan Biaya Cukai

Pengusaha Merasa Tidak Tepat Sasaran Jika Minuman Ringan Kena Cukai

Alasan pemerintah dalam memberikan cukai terharap minuman ringan adalah untuk menurunkan penderita diabetes. Adhi juga mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak tepat sasaran karena masih ada jalan lain yang bisa di gunakan untuk menurunkan penderita diabetes Indonesia.

Pengusaha Menolak Minuman Ringan di Kenakan Biaya Cukai

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa diabetes melitus di atas 15 tahun meningkat secara tajam yang awalnya hanya 1,5% pada tahun 2013 kini menjadi 2% akibat dari minuman ringan yang memiliki pemanis tinggi. Hal ini juga di rasa menjadi beban untuk keuangan BPJS.

Ada juga beberapa minuman ringan yang di kenakan cukai seperti minuman yang memiliki kabornasi, teh kemasan hingga minuman manis lainya. Untuk tarif yang di usulkan adalah minuman yang memiliki kabornasi dikenakan cukai seharga RP 2.500/ liter.

Sedangkan minuman pemanis seharga RP 1.500/liter untuk teh kemasan. Dikarenakan produksi pada teh kemasan mencapai angka 2.191 juta liter per tahunya dengan hasil penerimaan mencapai angka 2,7 triliun.

Related posts

Ustaz Somad diberhentikan Dengan Terhormat

Melda Ridayana

Massa Melakukan Demonstrasi Menolak DWP di Depan Balai Kota

Rizki Amrulah

Pihak Polisi Selidiki Kasus Order Fiktif Belasan Ojol di Serang

Rizki Amrulah

Wanita Cantik Ngaku Diperkosa Dokter Diperiksa Polisi

Rizki Amrulah

Tidak Hanya Bali, Indonesia Berharap Untuk Mengembangkan Banyak Situs Pariwisata

Rizki Amrulah

Bareskrim Kembali Menggagalkan Penyeludupan Puluhan Kilogram Sabu dan Ekstasi

Rizki Amrulah

Leave a Comment