Mafia Sabu Palembang Divonis Hukuman Mati Langsung Mewek
Nasional

Mafia Sabu Palembang Divonis Hukuman Mati Langsung Mewek

Mafia Sabu Palembang Divonis Hukuman Mati Langsung Nangis

Mafia Sabu Palembang Divonis Hukuman Mati Langsung Mewek. Mafia sabu asal Palembang yang telah mengedar 20 kilogram sabu dan 18.800 butir ekstasi bernama Michael Kosasih ( 26 tahun ) divonis hukuman mati, Michael pun langsung nangis mendengar hal tersebut.

Rabu 12 Februari 2020, majelis hakim, Erma Suharti menjelaskan bahwa terdakwa telah terbukti dalam melanggar dan terkena pasal 114 ayat 1 ( 2 ) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika sehingga mendapatkan hukuman mati.

Vonis yang di berikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Imam Murtado ini atas hukuman mati, dan juga merampas mobil Agya milik Michael. Sabu seberat 20 kilogram dan 18.800 butir ekstasi akan di musnahkan.

Keterangan dari terdakwa sewaktu dalam persidangan di anggap berbelit dan juga perbuatanya sangat tidak mendukung program pemerintah, itulah yang membuat hukumanya semakin di beratkan dan hal yang dapat meringankan hukumanya tidak dapat di temukan.

Tersangka Kasus Narkoba Menangis Setelah Mendapatkan Vonis Hukuman Mati

Mafia Sabu Palembang Divonis Hukuman Mati Langsung Mewek

Setelah mendengar vonis hukuman mati, terdakwa menangis dan duduk lemas. Saat sidang selesai sang ibu pun ikut terlemas dan harus di gotong oleh keluarga lainya.

Untuk penasihat hukum yang di datangkan dari Posbakum PN Palembang atas nama Desmon memberitahu bahwa saat ini pihaknya akan membandingkan vonis mati karena sangat bertentangan dengan HAM dan hak agar hidup.

Mendapatkan Vonis Mati Membuat Mafia Narkoba Menangis

Desmon mengatakan bahwa dalam hasil persidangan di temukan bahwa terdakwa hanyalah kurir yang mendapatkan upah 1 juta rupiah, untuk pemilik barang narkotika tersebut sampai saat ini masih belum tertangkap. Hakim pun mengabaikan hal ini.

Michael di tangkap BNNP Sumsel ketika mendapat informasi mengenai adanya transaksi narkotika dengan nilai besar di Simpang Bandara pada hari Senin 26 Agustus 2019 pukul 08.30 WIB.

Sewaktu di geledah terdapat barang bukti yang ada di dalam tas koper dengan plastic berisikan 20 kilogram sabu dan 18.800 butir ekstasi yang ada di kursi belakang mobilnya.

Related posts

Gempa 4,1 Skala Richter di Sorong Papua Barat

Rizki Amrulah

Seorang Warga Terluka Akibat Ledakan Bom Dalam Tas di Bengkulu

Melda Ridayana

Ahok Ungkap Anak Usaha Pertamina

Rizki Amrulah

Titiek Soeharto Minta Hakim Tak Menangkan Yang Palsu-Palsu

Rizki Amrulah

Irma Nasution Istri Eks Dandim Kendari Dilaporkan

Rizki Amrulah

Pedagang Ludahi Baso yang Dagangannya Sendiri, Meminta Maaf

Rizki Amrulah

Leave a Comment