kapal perang AS
International News

AS Kerahkan Kapal Perang untuk Kawal Tanker di Teluk

Sejumlak kapal perang rencananya akan dikerahkan oleh yang digunakan untuk mengawal kapal tanker yang hendak melalui perairan Teluk. Pernyataan tersebut dilontarakan sehari setelah menuding Iran akan menyandera British Heritage, kapal tanker Inggris ketika melintasi Selat Hormuz.

Apabila hal tersebut dilakukan, maka peristiwa di tahun 1987 – 1988 silam akan terulang kembali. Yaitu ketika Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker asal Kuwait dari serangan Iran, sebab waktu itu sedang terjadi konflik antara Irak – Iran.

Pada saat kapal supertanker British heritage milik perusahaan minyak British Petroleum (BP) hendak melintasi wilayah Selat Hormuz, pemerintah Inggris mengatakan bahwa 3 buah kapal perang milik Iran mencoba menghalangi laju kapal tersebut. Tetapi pada saat kapal perang Inggris memberikan peringatan untuk melepaskan tembakannya, akhirnya kapal perang milik Iran tersebut perlahan mundur dan menyingkir.

Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah Hassan Rouhani, Presiden Iran menuturkan bahwa Inggris akan memperoleh balasan soal penyitaan yang mereka lakukan terhadap kapal tanker Iran, Grace 1, pada tanggal 4 Juli lalu, di perairan Gibraltar.

Korps pasukan elit Iran, Garda Revolusi, menyangkal tuduhan Amerika Serikat bahwa mereka hendak menangkap kapal tanker milik Inggris yang melintas di perairan teluk. Angkatan Laut Iran menyatakan yang terjadi adalah kapal perang mereka hanya melakukan patroli rutin.

Penyitaan itu dilakukan lantaran kapal tanker Iran diduga hendak mengirim minyak ke Suriah, sebuah tindakan yang melanggar sanksi internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, kembali meminta Inggris segera melepaskan kapal tanker Grace-1. Dia juga meminta pasukan asing segera angkat kaki dari kawasan perairan Teluk. Ketegangan yang terjadi antara Iran dan AS kian memanas, terutama sejak tahun 2018, AS menarik diri dari perjanjian nuklir yang telah ditandatangani pada tahun 2015.

Akhirnya AS memberikan serangkaian sanksi kembali terhadap Iran agar pihaknya mau segera menghentikan tindakan yang dianggap AS telah mengancam stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Iran baru-baru ini merespon sanksi yang diberikan AS itu dengan melakukan pengembangan nuklir dan pengayaan uranium.

 

Related posts

Ribuan Massa di Myanmar Tuntut Keadilan Bocah Korban Pemerkosaan

Melda Ridayana

Alasan Menpora Malaysia Membutuhkan Gojek

Rizki Amrulah

Hotel Milik Cristiano Ronaldo Menjadi Rumah Sakit Layanan Corona

Melda Ridayana

Gempa Kembali Guncang California dengan Magnitudo 7.4

Melda Ridayana

Indonesia Melepaskan Kapal dan Awak Kapal Taiwan

Rizki Amrulah

Marc Marquez Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Afridza

Rizki Amrulah

Leave a Comment