Jusuf Kalla Salahkan Media Atas Demonstrasi
Nasional

Jusuf Kalla Salahkan Media Atas Demonstrasi

Jusuf Kalla Salahkan Media Atas Demonstrasi Karena Saat Demo, Mahasiswa Mengundang Wartawan

Wakil Presiden JK atau Jusuf Kalla salahkan media atas semakin besarnya demonstrasi yang terjadi. Hal ini dikarenakan dirinya menganggap jika media memiliki peran yang sangat penting dalam skala demonstrasi.

Dirinya juga meyakini jika eskalasi atas demonstran dapat menjadi besar karena media meliput serta menyiarkannya.

JK dalam rapat KPI bersama para pimpinan pada Istana Wakil Presiden hari Rabu menjelaskan jika “Kalau yang jago demo itu selalu di Makassar. Mahasiswa Makassar apa saja didemokan. Kenapa jadi besar? Karena ulah media”.

Melanjutkan pernyataannya, JK mengatakan “Kadang mahasiswa itu kalau demo mengundang stasiun TV. Mereka janjian jam berapa demo. Begitu wartawan pulang, maka demo juga berhenti”.

Jusuf Kalla Salahkan Media Atas Demonstrasi

Media Diharapkan ebih Bijak Dalam Penayangan Berita

Karena adanya hal tersebut, JK meminta kepada pihak media massa untuk dapat bijak dalam meliput dan menyiarkan demo agar tidak membesar dan merugikan masyarakat sekitar. JK juga menyampaikan jika pemberitaan demonstrasi yang terlalu vulgar akan memberikan dampak yang kurang baik, seperti menirukan aksi tersebut.

Karena ha itu, dirinya meminta para media untuk dapat meluiput dan menyiarkan demo secara proporsional. Saat ini, pemerintah tidak bisa menyensor berita demo seperti Order Baru. Jadi, dirinya meminta media untuk dapat bijak dalam penayangan berita.

Jusuf Kalla Salahkan Media Atas Demonstrasi

JK Mengatakan Jika Media Harus Memiliki Batasan Dalam Menayangkan Suatu Siaran

“Jika ingin menghentikan demo di Makassar, jangan terlalu panjang, jangan live, jangan ulas Makassar mengenai serangan yang dilakukan. Karena itu akan tetap demo terus terusan”, ujarnya.

“Maka dari itu media punya efek sebab akibat. Kalau media dikasih peringatan, hal itu karena media punya akibat dan membahayakan kesatuan serta persatuan bangsa dan ketertiban bernegara. Jadi harus ada kesepakatan antara yang boleh dan tidak serta yang membahayakan”.

Related posts

Tidak Hanya Bali, Indonesia Berharap Untuk Mengembangkan Banyak Situs Pariwisata

Rizki Amrulah

Rumah Sakit Akan Polisikan Driver Ojol Nekat Bawa Jenazah lari

Rizki Amrulah

Ibu Ditemukan Tak Bernyawa Di Sampuing Bayi

Rizki Amrulah

Dedi Adalah Seorang Pengamen Yang Hapus Tato Demi Pekerjaan Yang Lebih Baik

Rizki Amrulah

Prabowo Diisi Wamen dari Presiden Jokowi

Rizki Amrulah

Jakarta ribut untuk menertibkan ke Papua

Rizki Amrulah

Leave a Comment